♥ Nur Fazlina Humayra ♥
surat untukmu wahai bakal suamiku..:')
Friday, September 7, 2012 • 11:27 PM • 2 comments

✿.✿ بسم الله الرحمن الرحيم ✿.✿

Kepada yang terhormat, calon suamiku. Assalamu‘alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Dear calon suamiku,
Apa khabar imanmu hari ini? 
Sudahkah harimu ini diawali dengan syukur?
Kerana dapat menatap kembali fananya hidup ini
Sudahkah air wudhu menyegarkan kembali ingatanmu atas amanah yang saat ini tengah kau genggam?


Wahai calon suamiku..
Tahukah engkau betapa Allah sangat mencintaiku dengan dahsyatnya?
Disini aku di didik untuk menjadi dewasa,
agar aku lebih bijak menyikap sebuah kehidupan dan siap mendampingimu kelak.
Meskipun kadang keluh dan putus asa menyerpa, namun kini kurasakan diri ini lebih baik.
Kadang aku bertanya-tanya,kenapa Allah selalu mengujiku tepat dihatiku.
bahagian terapuh diriku, namun kini aku tahu jawapannya.
Allah tahu dimana tempat yang paling tepat agar aku senantiasa kembali mengingat-Nya kembali mencintai-Nya.
Ujian demi ujian InsyaAllah membuatku menjadi lebih teguh, sehingga saat kelak kita bertemu, kau bangga telah “memiliki” aku di hatimu..


Calon suamiku..
Entah dimana dirimu sekarang. Tapi aku yakin Allah pun mencintaimu sebagaimana Dia mencintaiku. Aku yakin Dia kini tengah melatihmu menjadi mujahid yang teguh, hingga aku pun bangga “memilikimu” kelak
Apa yang ku harapkan darimu adalah kesolehan
Semoga sama dengan dirimu. Kerana apabila kecantikan yang kau harapkan dariku, hanya kesia-siaan yang akan kau dapati

Aku masih haus akan ilmu. Namun berbekal ilmu yang ada saat ini, aku berharap dapat menjadi isteri yang mendapat keredhaan Allah dan dirimu, calon suamiku.


Wahai calon Suamiku..
Saat aku masih menjadi asuhan ayah dan ibuku, tak lain doaku agar menjadi anak yang solehah, agar kelak dapat menjadi tabungan keduanya di akhirat
Namun nanti, setelah menjadi isterimu, aku berharap menjadi pendamping yang solehah agar kelak di syurga cukup aku yang menjadi bidadarimu, mendampingi dirimu yang soleh.
Aku kuat cemburu.
Tapi kalau Allah dan Rasulullah lebih kau cintai daripada aku, aku rela.
Aku harap begitu pula dirimu.
Aku yakin kaulah yang aku butuhkan,
meski nanti kau bukanlah orang yang kuharapkan..


Calon suamiku yang di rahmati Allah…
Apabila hanya sebuah kayu menjadi perahu pernikahan kita, takkan ku namai dengan kayu derita. Kerana itulah markas dakwah kita, dan akan menjadi indah ketika kita hiasi dengan cinta dan kasih..
Ketika kelak telah lahir generasi penerus dakwah islam dari pernikahan kita, bantu aku untuk bersama mendidiknya dengan harta yang halal, dengan ilmu yang bermanfaat, terutama dengan menanamkan pada diri mereka ketaatan kepada Allah Ta’ala..
Bunga ini akan indah pada waktunya. iaitu ketika bermekaran menghiasi taman. Maka kini tengah kupersiapkan diri ini sebaik-baiknya bersiap menyambut kehadiranmu dalam kehidupanku.
Kini aku sedang belajar menjadi yang terbaik. Meski bukan umat yang terbaik, tapi setidaknya menjadi yang terbaik disisimu kelak.


Calon suamiku…
Inilah sekilas harapan yang ku ukirkan dalam rangkaian kata. Seperti kata orang, tidak semua yang dirasakan dapat diungkapkan dengan kata-kata.
Itulah yang kini kuhadapi.
Kelak saat kita tengah besama, maka disitulah kau akan memahami diriku, sama halnya dengan diriku yang akan belajar memahamimu.

Bersabarlah Calon Suamiku..

Do’aku Selalu…

Agar Allah memudahkan jalanmu Tuk menjemputku sebagai bidadarimu…


Semoga Allah Selalu Menjagamu, Agar tak tersentuh yang bukan mahrammu, Meski hanya hujung kuku..

Agar Kau bisa Mempersembahkan dirimu “seutuhnya” untukku..

Seperti aku, Yang ingin mempersembahkan diriku seutuhnya, “hanya” untukmu..



Salam Cintaku Untukmu..
Wassalaamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh
Calon Isterimu.




“Semua penulis akan mati, hanya karyanya yang akan terus abadi. Maka tulislah sesuatu yang dapat membahagaikan dirimu di akhirat nanti” -Saidina Ali Bin Abi Talib-
-NurFazlinaHumayra-


Aku bukan malaikat. Dia bukan nabi. Kau bukan tuhan. Kita cuma manusia biasa. Cukuplah Allah saja yg tahu niat aku. Tak perlulah kau nak tahu.Aku bkn sesetia Khadijah.Aku bkn setakwa Fatimah.Aku bukan sepintar Aisyah.Aku bukan sehebat Sumayyah.Aku hanyalah pendosa tanpa noktah.
Diary About Link